Tags

, , , , , , , , , , , ,

Sudah familiar dengan istilah ‘mata kucing‘ kan?
Mata Kucing ini merujuk ke beberapa pengertian, yakni batu permata (akik), nama buah-buahan, atau reflektor pemantul cahaya yang erat dengan keseharian berkendara di jalan.
Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya sendiri melihat ada mata kucing yang ditanam di tengah-tengah jalan masuk Gapura Citraland (Citraraya Unesa Rd) yang dekat dengan kantor Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya serta banyak jalan lain dengan penampang fisik berupa paku jalan yang tertanam dan melesak ke bumi. Kita juga menjumpai adanya ‘mata kucing’ ini pada kendaraan sebagai penanda jika tersorot oleh sinar lampu halogen dari mobil/motor.

motorcycle-3284498_640

Sebuah reflektor yang terletak di roda sebuah motor sebagai pemantul cahaya yang ditujukan untuk pengguna dari arah samping. sumber: pixabay/olafpictures

Tapi ternyata kita juga bisa menjumpai adanya reflektor ini pada benda lain yang digunakan oleh pengendara macam helm atau sepeda. Rompi yang dikenakan oleh petugas jalan raya/tukang parkir juga diwajibkan mempunyai bahan ‘fluoresensi’ pemantul cahaya. Fungsinya pun tetap sama, yakni pemantul cahaya yang berguna sebagai tanda penting saat tersorot lampu (halogen) di waktu malam, supaya tidak tertabrak oleh pengendara lain. Di jalanan desa, adanya reflektor pada kendaraan/perangkat bahkan orang ini penting bagi sopir Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya yang kemungkinannya asing terhadap kondisi lingkungan sekitar. Orang lokal lebih mengenali daerahnya, jadi keberadaan mereka bisa lebih berguna lagi; terutama bila ada beberapa di antara mereka di jalanan saat hari gelap dan tanpa lampu penerang jalan.
Baik helm dan rompi pemantul cahaya ini tertuang dalam UU no 22 tahun 2009 bagian penjelasan dari ayat 48:

Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
-Huruf a-
Yang dimaksud dengan “susunan” terdiri atas:
a - h. ...;
i. sistem lampu dan alat pemantul cahaya, terdiri atas:
1. lampu utama dekat, warna putih, atau kuning
muda;
2. lampu utama jauh, warna putih, atau kuning muda;
3. lampu penunjuk arah, warna kuning tua dengan
sinar kelap-kelip;
4. lampu rem, warna merah;
5. lampu posisi depan, warna putih atau kuning muda;
6. lampu posisi belakang, warna merah; dan
7. lampu mundur, warna putih atau kuning muda
-Huruf b-
Yang dimaksud dengan “perlengkapan” terdiri atas: 
f. helm dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih, yang tidak memiliki rumah-rumah.

Sedangkan pasal 48 dari UU tersebut (yang telah dijelaskan sebelumnya) adalah sebagai berikut:

(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
(2) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: 
a. susunan;
b. perlengkapan;
c - i. ...

Dalam pasal UU di atas, secara tak langsung lampu kendaraan bisa jadi mempunyai kemampuan sebagai pemantul juga. Karena biasanya lampu yang terpasang pada kendaraan pada umumnya mempunyai mangkok reflektor untuk memperkuat sinar dengan cara memantulkan, belum lagi dari bahan tutup lampu yang digunakan.

Rental Sewa Mobil Perhari di Surabaya menemukan pembahasan lain tentang garis besar pemantul cahaya ini pada UU no 22 tahun 2009 tentang lalu-lintas, yang penjabaran teknisnya bisa dijumpai pada Peraturan Menteri Perhubungan No 26 Tahun 2015 yang bisa diakses pada tautan berikut: http://jdih.dephub.go.id/assets/uudocs/permen/2015/PM_26_Tahun_2015-upload.pdf.
Persyaratan dan kondisi wajib pemantul pada kendaraan:
a) dipasang secara berpasangan;
b) dapat dilihat oleh pengemudi Kendaraan lain yang berada di belakang Kendaraan pada malam hari dari jarak paling sedikit 100 (seratus) meter apabila pemantul cahaya tersebut
disinari lampu utama Kendaraan di belakangnya;
c) dipasang di bagian belakang Kendaraan Bermotor pada ketinggian tidak melebihi 1.500
(seribu lima ratus) milimeter; dan
d) tepi bagian terluar pemantul cahaya tidak melebihi 400 (empat ratus) milimeter dari sisi
terluar Kendaraan.
e) Alat pemantul cahaya untuk Kereta Gandengan dan Kereta Tempelan harus berbentuk segitiga.
f) Dalam hal alat pemantul cahaya untuk mobil barang menggunakan stiker, harus memantulkan cahaya.

Sewa Rental Mobil Per-12 Jam di Surabaya pun menemukan sanksi bagi mereka yang mengendarai kendaraan tanpa alat pemantul cahaya (atau ‘mata kucing’) ini, pada UU No 22 tahun 2009 tentang lalin:

Pasal 285
(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu
rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, atau penghapus kaca sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Sebagai tambahan, kita dapat menjumpai aturan tentang reflektor yang berupa paku jalan ini pada Peraturan Menteri Perhubungan no. 34 tahun 2014 tentang marka jalan, pada pasal 5 – 8 dan pasal 55. Di beberapa bagian dari Peraturan tersebut juga menyebutkan bahwa keharusan adanya paku jalan yang ditancapkan pada pemisah lajur jalan tertentu. Karena Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya pun tidak menjumpai pemasangan paku jalan ini di semua jenis jalan. Dalam Peraturan Menteri ini kita bisa melihat detil aturan yang kompleks sehingga tak ada kerancuan saat diterapkan di jalan. Gambar alat pengarah lalu lintas yang mempunyai cat atau bahan reflektif pun bisa dilihat dengan jelas.

Ketika aturan sudah dibuat sedemikian detilnya untuk kemanfaatan bersama, ada baiknya kita bisa lebih menaati aturan tersebut karena secara otomatis hal ini berkaitan dengan moral kita sendiri untuk tetap menjaga keselamatan diri dan orang lain. Semoga Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya pun berusaha tetap demikian.

Advertisements